Program Studi
S1 Ekonomi Pembangunan
Circular Economy & BUMDes Governance
Gelar
Sarjana Ekonomi
Jenjang
S1 Sarjana
Model Belajar
4 Tahun · Hybrid Full Time
"Building Sovereignty, Circulating Prosperity (Membangun Kedaulatan, Mengalirkan Kesejahteraan)"
Tentang Program
Gambaran Umum
Gelar sarjana yang solutif dan berorientasi pada kemandirian masyarakat ini memberikan landasan yang kokoh untuk karier yang bermakna di sektor pembangunan ekonomi, manajemen publik, dan pemberdayaan komunitas. Program S1 Ekonomi Pembangunan dengan konsentrasi Circular Economy & BUMDes Governance akan membekali Anda dengan keterampilan pemecahan masalah ekonomi di dunia nyata, khususnya pada skala ekonomi perdesaan dan regional.
Anda akan mempelajari perpaduan strategis antara teori ekonomi makro dan mikro dengan praktik sistem ekonomi sirkular (Circular Economy). Program ini dirancang untuk mencetak ahli ekonomi yang mampu merancang ekosistem mandiri, mengelola lembaga keuangan mikro secara etis, serta mentransformasi tata kelola organisasi desa menjadi entitas profesional yang berdaya saing.
Program kami menyeimbangkan analisis kebijakan ekonomi dengan pengembangan keterampilan manajerial praktis. Kurikulum ini mencakup bidang inti perencanaan pembangunan, manajemen keuangan mikro, audit kelembagaan desa, serta strategi pengembangan ekonomi hijau yang berkelanjutan dan inklusif.
Visi Program Studi
"Menjadi pusat unggulan (Center of Excellence) pendidikan ekonomi pembangunan yang mempelopori transformasi Ekonomi Sirkular dan Tata Kelola Desa Korporasi untuk mewujudkan kedaulatan ekonomi nasional yang berkeadilan sosial pada tahun 2035."
Misi Program Studi
Menyelenggarakan Pendidikan Transformatif Berbasis Kerja (Work-Based Learning)
Menghasilkan lulusan sebagai Rural Economic Architect yang kompeten dalam mengintegrasikan teori ekonomi makro-mikro dengan praktik sistem sirkular melalui pengalaman nyata di Bangsa Innovation Hub (BIH) dan desa mitra.
Mengembangkan Riset Terapan Ekonomi Sirkular & Fintech Etis
Memelopori penelitian inovatif yang berfokus pada desain produksi sistem tertutup (closed-loop system) dan pengembangan instrumen keuangan inklusif yang melindungi masyarakat dari praktik ekonomi predator.
Mendorong Tata Kelola BUMDes yang Akuntabel dan Profesional
Menjadi penggerak utama dalam perbaikan sistem tata kelola lembaga usaha milik desa melalui penerapan prinsip Good Corporate Governance (GCG) dan digitalisasi transparansi keuangan guna menciptakan kedaulatan finansial di tingkat akar rumput.
Melaksanakan Pengabdian Masyarakat yang Berorientasi Kemandirian
Membangun ekosistem desa yang tangguh melalui pendampingan intensif dalam pemanfaatan limbah menjadi nilai ekonomi (Zero Waste) dan penguatan kapasitas manajerial pengelola ekonomi desa.
Membangun Jejaring Strategis Multi-Sektor
Menginisiasi kolaborasi antara pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat desa dalam menciptakan pasar yang adil serta akses pendanaan hijau (green funding) yang berkelanjutan.
Filosofi Pembelajaran
The Prosperity Circulation Pyramid
Bangunan keilmuan ini berdiri di atas empat lapis pondasi yang saling mengunci, yang kami sebut sebagai Siklus Inkubasi Arsitek Ekonomi Perdesaan (Rural Economic Architect).
Lantai Dasar · Tahun Ke-1
Fondasi Karakter & Nalar Etis
Sebelum menguasai angka dan kurva, mahasiswa harus memiliki "Kompas Moral" keadilan sosial. Seorang ekonom tanpa integritas adalah predator bagi rakyat.
Nilai BUDI (Integritas) ditanamkan melalui mata kuliah Kebangsaan, Logika, Etika Profesi, serta Matematika Ekonomi.
Perubahan mindset dari "Pencari Kerja" menjadi "Asset Builder". Mahasiswa memahami bahwa instrumen kuantitatif adalah alat untuk membela martabat manusia dan ketahanan pangan nasional (Sila Kelima).
Pilar Tengah · Tahun Ke-2
Keterlekatan Sosial & Tata Kelola
Ekonomi tidak berdiri di ruang hampa; ia melekat (embedded) dalam struktur sosial dan hukum masyarakat desa.
Menggabungkan Ekonomi Mikro-Makro dengan Sosiologi Ekonomi Pedesaan dan Hukum Agraria. Mahasiswa belajar bahwa BUMDes bukan sekadar entitas bisnis, melainkan institusi sosial-ekonomi yang menjaga kedaulatan lahan.
Kemampuan memetakan modal sosial (Social Mapping) dan membangun tata kelola organisasi (Governance) yang transparan. Di sini, nilai BAKTI (Kolaborasi) muncul melalui pemahaman mendalam tentang ekosistem warga desa.
Mesin Penggerak · Tahun Ke-3
Inovasi Sirkular & Fintech Etis
Kesejahteraan harus mengalir tanpa sisa (Zero Waste) dan modal harus inklusif untuk memutus rantai rentenir.
Fokus pada Teori Ekonomi Sirkular (Closed-loop), Fintech Etis, dan Aplikasi AI. Magang industri (MBKM I) bertindak sebagai laboratorium validasi di mana teori sirkularitas diuji untuk mengubah limbah desa menjadi nilai ekonomi (Waste-to-Wealth).
Kemahiran dalam menghitung SROI (Social Return on Investment), merancang skema P2P Lending desa, dan mengelola rantai pasok digital lintas batas.
Puncak Bangunan · Tahun Ke-4
Kedaulatan Finansial & Agensi Publik
Mewujudkan SAKTI (Kemandirian). Ekonomi yang mandiri adalah ekonomi yang mampu membiayai masa depannya sendiri tanpa ketergantungan bantuan.
Integrasi Multi-Prodi Labs di Bangsa Innovation Hub (BIH). Mahasiswa Ekonomi bekerja sama dengan prodi Hukum dan Teknik untuk melegalkan dan mengoperasikan unit usaha Desa Korporasi.
Penyusunan Blueprint kemandirian finansial, audit efisiensi aliran modal, dan publikasi strategi pembangunan wilayah. Tugas Akhir adalah peluncuran BUMDes/Startup yang telah berbadan hukum dan memiliki traksi omzet riil.
Langkah Selanjutnya
Tertarik dengan S1 Ekonomi Pembangunan?
Mulai perjalanan akademik Anda di Sekolah Ekonomi & Bisnis dengan mendaftar pada gelombang penerimaan terbaru.